Terbukti Palsukan Data, 13 CPNS Digugurkan
Surabaya, Kompas - Sebanyak 13 guru yang mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) terbukti melakukan pemalsuan data dalam tahap seleksi CPNS, sehingga digugurkan dari proses seleksi. Jumlah tersebut merupakan hasil penelitian dari data 31 guru yang dicurigai memberikan data yang tidak benar.
Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, Bagian Kepegawaian Kota Surabaya, Badan Pengawas Kota (Bawasko) Surabaya, Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, dan peserta tes CPNS di DPRD Surabaya, Jumat (18/10).
Menurut Kepala Bawasko Surabaya Suwito, selama ini pihaknya melansir sekitar 31 guru dari 147 peserta seleksi CPNS bertindak curang, berdasarkan berita yang muncul di media massa. Setelah data yang masuk ke Bawasko diteliti, maka tercatat tujuh orang guru lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), lima guru lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG), dan seorang guru lulusan Sekolah Guru Olahraga (SGO) terbukti memalsu data.
"Nantinya akan kami bahas lebih lanjut sanksi apa yang akan diberlakukan kepada mereka, termasuk kepada kepala sekolah masing-masing yang mengetahui pemalsuan data ini," kata Suwito.
Data yang dinyatakan tidak benar di antaranya adalah lama mengajar atau tempat mengajar yang hanya diakui di satu tempat saja. Dalam hal ini, kepala sekolah yang membenarkan data yang ditulis oleh peserta tes juga dianggap mendukung kecurangan tersebut.
Meskipun belum dapat memutuskan secara pasti sanksi yang akan diberikan terhadap guru yang memberikan data cacat tersebut, baik pihak Bawasko maupun Bagian Kepegawaian Surabaya berjanji akan bertindak tegas.
Sebanyak 1.036 guru swasta mengikuti tes CPNS yang dilangsungkan dalam dua tahap. Tahap pertama yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghasilkan 200 guru yang berhak melaju ke tahap seleksi berikutnya. Seleksi tahap kedua yaitu tes psikologi bekerja sama dengan Tentara Nasional Angkatan Laut (TNI AL) untuk menghasilkan 147 PNS.
Berdasarkan hasil kesepakatan antara pihak Pemerintah Kota Surabaya dengan Ikatan Guru Wiyata Bhakti, guru yang akan diterima menjadi PNS terdiri dari 67 orang lulusan SPG, 53 orang lulusan PGSD, dan 27 orang lulusan SGO. (IDR)
JOB CAREER VACANCY (LOWONGAN KERJA & KARIR)
May 11, 2007
TES CPNS Penerimaan PNS DIY
Penerimaan PNS DIY
TES CPNS TETAP DILAKSANAKAN 11 FEBRUARI
Yogyakarta, Kompas - Meski diusulkan untuk diundur menyamakan jadwal Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi DIY akhirnya menetapkan melaksanakan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di seluruh kabupaten/kota di DIY sesuai jadwal semula, 11 Februari 2006.
"DIY akan mencari tenaga profesional yang andal, tidak terbatas putra daerah maupun tidak, karena profesionalisme menyangkut kualitas individu. Seperti kesepakatan dan jadwal pemerintah pusat, tes tetap akan dilaksanakan 11 Februari. Jadwal pendaftaran juga tidak berubah," kata Drs Hardjono, Kepala Biro Kepegawaian Setda Provinsi DIY, Minggu (29/1) siang.
Sehari sebelumnya, pada rapat gabungan panitia CPNS seluruh kabupaten/kota DIY di Kepatihan, sempat muncul usulan agar tes CPNS di DIY diundur 28 Februari 2006, bersamaan dengan jadwal di Jateng. Alasannya, tes yang dilaksanakan berbeda waktu, akan memperkecil kesempatan diterimanya warga DIY, sebab pendaftar asal Jateng di DIY kemungkinan bertambah banyak.
Tes CPNS di Jateng 28 Februari itu, sebenarnya jadwal mundur lebih dari dua minggu, karena ketidaksiapan Panitia Penerimaan CPNS Jateng. Keputusan itu, sudah disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Badan Kepegawaian Nasional. "Sebenarnya masing- masing kan sudah punya kuota tertentu. Kalau diadakan serentak di tiap daerah, tentu tidak ada peserta yang mendaftar di dua tempat, sehingga di DIY kesempatan bagi masyarakat DIY juga lebih terbuka," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Yogyakarta, Suslachah SH, mengungkapkan usulan sejumlah kabupaten.
Namun, menurut Hardjono, pengunduran jadwal tes CPNS di Jateng itu tidak akan terlalu memengaruhi tes di DIY, khususnya karena sejak awal tidak ada kebijakan unsur lokalitas dalam penerimaan PNS. Artinya semua masyarakat dari mana pun dapat mendaftarkan diri.
Jumlah kebutuhan PNS DIY tahun ini 3.157 orang, terdiri dari guru 1.533, tenaga kesehatan 828, dan tenaga teknis 796 orang. Jumlah pegawai baru yang akan dipekerjakan di tingkat provinsi 300, sedangkan di Sleman 572, Bantul 572, Gunung Kidul 581, Kulon Progo 572, dan Kota Yogyakarta 560 orang. (BEN)
TES CPNS TETAP DILAKSANAKAN 11 FEBRUARI
Yogyakarta, Kompas - Meski diusulkan untuk diundur menyamakan jadwal Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi DIY akhirnya menetapkan melaksanakan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di seluruh kabupaten/kota di DIY sesuai jadwal semula, 11 Februari 2006.
"DIY akan mencari tenaga profesional yang andal, tidak terbatas putra daerah maupun tidak, karena profesionalisme menyangkut kualitas individu. Seperti kesepakatan dan jadwal pemerintah pusat, tes tetap akan dilaksanakan 11 Februari. Jadwal pendaftaran juga tidak berubah," kata Drs Hardjono, Kepala Biro Kepegawaian Setda Provinsi DIY, Minggu (29/1) siang.
Sehari sebelumnya, pada rapat gabungan panitia CPNS seluruh kabupaten/kota DIY di Kepatihan, sempat muncul usulan agar tes CPNS di DIY diundur 28 Februari 2006, bersamaan dengan jadwal di Jateng. Alasannya, tes yang dilaksanakan berbeda waktu, akan memperkecil kesempatan diterimanya warga DIY, sebab pendaftar asal Jateng di DIY kemungkinan bertambah banyak.
Tes CPNS di Jateng 28 Februari itu, sebenarnya jadwal mundur lebih dari dua minggu, karena ketidaksiapan Panitia Penerimaan CPNS Jateng. Keputusan itu, sudah disetujui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Badan Kepegawaian Nasional. "Sebenarnya masing- masing kan sudah punya kuota tertentu. Kalau diadakan serentak di tiap daerah, tentu tidak ada peserta yang mendaftar di dua tempat, sehingga di DIY kesempatan bagi masyarakat DIY juga lebih terbuka," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Yogyakarta, Suslachah SH, mengungkapkan usulan sejumlah kabupaten.
Namun, menurut Hardjono, pengunduran jadwal tes CPNS di Jateng itu tidak akan terlalu memengaruhi tes di DIY, khususnya karena sejak awal tidak ada kebijakan unsur lokalitas dalam penerimaan PNS. Artinya semua masyarakat dari mana pun dapat mendaftarkan diri.
Jumlah kebutuhan PNS DIY tahun ini 3.157 orang, terdiri dari guru 1.533, tenaga kesehatan 828, dan tenaga teknis 796 orang. Jumlah pegawai baru yang akan dipekerjakan di tingkat provinsi 300, sedangkan di Sleman 572, Bantul 572, Gunung Kidul 581, Kulon Progo 572, dan Kota Yogyakarta 560 orang. (BEN)
Subscribe to:
Posts (Atom)